-->

Belajar Bahasa Inggris sendiri, Berasa Kyak orang gila!!

Sebentar…..mikir dulu.... 

Saya mencoba memberikan gambaran yang paling sederhana untuk belajar bahasa inggris secara otodidak.. Iya otodidak.. 

Kita harus kenal dulu, apa itu tenses dan grammar dalam Bahasa Inggris?

Penjelasan saya nggak ilmiah-ilmiah amat, tapi semoga kesederhanaan metode ini bisa sangat membantu. 

Hayyooo….pada nyimak semua !!! Biar bisa ikutan ngasih koreksi kalau ada yang salah atau melengkapi yang kurang.

TENSES, itu berkaitan dengan pembagian waktu ketika mau berbicara dalam Bahasa Inggris. 
(Ini pengertian pyuuurrr pikiran saya sendiri ya. Nggak ikutan sama teori buku karangam ahli bahasa mana pun).

Maksudnya?

Begini. Orang Inggris kalau menyampaikan isi pikirannya, membeda-bedakan antara peristiwa yang sudah lalu, yang sekarang, atau peristiwa yang masih akan terjadi.

Mengapa begitu?

Bangsa yang cerdas…emang begitu. Biasanya manusianya detail alias mikirin yang kecil-kecil, memikirkan skala prioritas, memiliki kemampuan memilah-milah … dsb….dsb. Itu kelihatan banget dari alat komunikasinya …. yaitu bahasa.

Kalau gitu, bangsa kita?? 
(Bangsa yang pakai Bahasa Indonesia) …. nggak cerdas? Kadang saya mengolok bahasa Indonesia yg sy bilang susah.. Hehe... 

Jangan emosi dulu dooonnk!!! Khan saya nggak bilang gitu. ASLINYA... wekekekek.. 

Bangsa kita …. superrr cerdas.

Buktinya?

Nggak mau repot. Mikirin yang kecil-kecil dan remeh temeh. Nggak perlu menimbang, memilih, dan memilah. Yang penting emosi tersalurkan!

Inget yah, Yang penting emosi tersalurkan!

Dah… jangan protes lebih lanjut. Saya mau serius menjelaskan nih. Kalau masih mau berdebat, face to face. Jangan di medsos. Apaan tuh, beraninya cuma pakai jempol. Ckckckc

Sampai mana tadi? Oh ya, tenses berkaitan dengan pembagian waktu dalam menyampaikan isi pikiran.

Okay, agar lebih mudah memahami Si TENSES ini, jangan langsung masuk ke teorinya dulu. Pasti puyeng, seperti yang saya alami sekarang. 

Kita harus punya bahan pembanding, sebagai titik pangkal cara berpikir. Nih kita masuk ke logika suatu bahasa ya.

Apa bahan pembandingnya?

Bahasa Ibu yang kita miliki sejak kecil. Okay, katakanlah Bahasa Indonesia ya bahan pembandingnya.

Kalau kita mau mengatakan, satu tindakan yang sama, yang dilakukan di waktu yang berbeda 
(kemarin, sekarang, atau yang akan datang), Bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan pola kata kerja. Cukup menyertakan keterangan waktu pada kata kerja-nya.

Contoh:

Saya makan kemarin.

Saya makan hari ini.

Saya makan besok.

Sederhana bukan? Ya, se-sederhana itulah logika penuturnya. Jadi jangan heran kalau Bangsa Indonesia jarang stres. Karena logikanya so simple. Serius. Kalau ada orang Indonesia yang mudah stres, berarti dia kurang menghayati logika bahasa Ibu-nya.

Sekarang kita bandingkan dengan logika Bahasa Inggris.

Kalau kalimat di atas kita sampaikan dalam Bahasa Inggris, tapi dengan logika Bahasa Indonesia, jadinya begini:

I eat yesterday.

I eat today.

I eat tomorrow.

Secara arti memang benar, tapi orang-orang bilang, feel-nya nggak dapet. Ini yang biasa saya sebut sense of language-nya nggak ada.

Mengapa?

Ada faktor (efisiensi) dalam logika berpikir mereka yang belum kita masukkan.

Apa itu?

Yaitu, keterangan waktu tidak mutlak dilekatkan, cukup dengan perubahan pola kata kerja. Keterangan waktu, benar-benar diucapkan bila memang situasinya membutuhkan penekanan detail timing-nya.

Berikut contoh kalau kita bicara Bahasa Indonesia, dengan logika Bahasa Inggris:

Perhatikan kata kerjanya!

Saya ate. (= jelas tindakan dilakukan di waktu lampau, meski detail waktu tidak diucapkan.)

Saya am eating. (= jelas dilakukan saat ini, meski tanpa keterangan waktu)

Saya will eat. (=jelas tindakan masih akan dilakukan, tanpa embel-embel keterangan waktu)

Pertama kali saya menemukan pemahaman logika berpikir seperti ini, saya bergumam …. wow amazing…. ini bahasa yang akan melatih otak saya untuk berpikir efisien. Wkkwkwwk.. 

Dan sejak saat pikiran itu… saya jatuh cinta pada Bahasa Inggris terlebih sering proff reading dengan bantuan ms word dan Gramarlly…. lalu ingin mempelajarinya lebih jauh. 

Ini pembelajaran bahasa metode EINSTEIN (=teori bikinan saya sendiri).

Jadi tips yang pertama,

TEMUKAN SATU (SAJA) UNSUR DARI OBYEK (=BAHASA) YANG SEDANG ANDA PELAJARI, YANG MEMBUAT ANDA SADAR ITU SANGAT BERMANFAAT DALAM HIDUP ANDA DAN MEMBUAT ANDA PENASARAN UNTUK TAHU LEBIH BANYAK DAN LEBIH JAUH LAGI TENTANG OBYEK ITU.

Setelah itu, hal-hal lain yang sifatnya teknis, seperti grammar, pronunciation, idioms, dialect … dsb. ….dsb. …. tiba-tiba jadi berasa keciiilll….

Anda tidak akan merasakan itu sebagai hal besar yang rumit, melainkan antusias untuk menakhlukkannya.

Kalau feel dan logika bahasanya belum nyatu di hatimu….. don’t worry ….  
Sampai sekarang kalau ada yang mencaci maki saya dalam Bahasa Inggris, saya sama sekali nggak tersinggung, karena ….. 
feel-nya nggak dapet …. ha….ha…ha…

Saya cuma berasa ada orang gila yang lagi kumat di depan saya!

0 Response to "Belajar Bahasa Inggris sendiri, Berasa Kyak orang gila!! "

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Post Page Advertisement [Top]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel