Soffan

Utopia dalam Kampus Merdeka

Utopia dalam Kampus Merdeka

Kebijakan Kampus Merdeka bukanlah sesuatu yang sama sekali asing dalam dunia pendidikan. Kontesknya diketahui bahwa di dunia pendidikan dikenal teori pembelajaran berbasis pengalaman atau Experiential Learning Theory (ELT) yang digagas Alice Y. Kolb dan David A. Kolb (Kolb, 1981)

Teori ELT mengusung paradigma bahwa belajar merupakan proses holistik dan dinamik. Sehingga menimbulkan pandangan dinamis terhadap pembelajaran berdasarkan siklus pembelajaran yang didorong oleh resolusi input dan output dari abstraksi dan pengalaman belajar peserta didik.  Dengan kata lain, ELT menghendaki proses pembelajaran haruslah dilakukan dengan memadukan penguasaan teoritis dan pengalaman praktis. Hal tersebut berlaku tidak hanya di kelas secara formal tetapi di semua arena kehidupan. Proses belajar dari pengalaman ada di mana-mana, hadir dalam aktivitas manusia di mana saja sepanjang waktu. Sehingga Aktivitas manusia umumnya dikaitkan dengan kontribusinya terhadap tujuan hidup dan pengalaman hidup sebagai lingkungan belajar yang cenderung dinamis serta dipengaruhi oleh konteks dan waktu.

Ciri-ciri pribadi seseorang cenderung didefinisikan dalam situasi seperti itu, dan melalui proses yang sama individu menyadari kontribusi pribadinya terhadap diri sendiri dan orang lain. Menurut Ki Hadjar Dewantara manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa, dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Selanjutnya ki hajar juga menekankan pendidikan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya (Dewantara, 1967).


Globalisasi telah membawa perubahan yang jelas dari pendidikan sebagai transmisi pengetahuan ahli ke pendidikan sebagai bangunan kompetensi pembelajar yang meliputi belajar untuk belajar dan belajar seumur hidup (Sahasrabudhe, 2015). Artinya secara fundamental seseorang yang berproses dalam belajar harus mempelajari keterampilan atau kompetensi baru yang memungkinkan individu untuk mengatasi tuntutan tempat kerja yang berubah dengan cepat. Outcome Based Learning (OBE) adalah pendidikan teori yang mendasarkan setiap bagian dari sistem pendidikan pada hasilnya, diakhir pengalaman pendidikan seseorang, harus mencapai tujuannya (Premalatha, 2019). Tidak ada satu pun gaya pengajaran atau penilaian tertentu di OBE, sebagai gantinya, kelas, kesempatan, dan penilaian semua harus membantu siswa mencapai hasil yang ditentukan (Spady, 1994). Peran organisasi oendidikan sekolah dan luar sekolah beradaptasi menjadi instruktur, pelatih, fasilitator atau mentor, kemudian hasil yang ditargetkan adalah hasil belajar yang jelas.

 To be continue.....


Soffan
Load comments